Dan sekarang

Dan sekarang


Sampai saat ini aku masih belum bisa bicara banyak tentang yang satu ini “Kau jadi guru Yus?” “Iya aku jadi guru”

Bahkan sampai sekarang aku masih gak percaya bahwa aku adalah seorang guru.

Dan kalau boleh mengulang aku pasti tak ingin menjadi guru. Kalau kamu tau rasanya itu berat, karena kamu akan berhadapan dengan anak manusia yang butuh bimbingan.

Kalo di ingat-ingat sepuluh tahun yang lalu tepatnya pada tahun 2008 saat itu aku masih kelas X, aku sama sekali gak pernah membayangkan bakalan menjadi guru.

Aku malah pengen jadi penulis atau pebisnis.

Aku memang gak pernah kepikiran untuk menjadi guru. Tapi yang namanya hidup siapa yang tau.

Semua berubah ketika aku kuliah di jurusan PMM UIN SU. Pikiranku langsung tertuju kepada “Guru”. Dan pada akhirnya aku menjadi guru juga.

Profesi yang katanya mulia.

Dan jujur saja ini gak mudah. Sama seperti profesi-profesi lainnya ini memang tidak mudah. Tapi sesulit apa pun itu aku harus menghadapinya.

Membimbing anak manusia, memberinya harapan-harapan untuk terus tumbuh dan berkembang tidak hanya sekedar mengajarkan angka dan huruf bukanlah hal yang mudah karena aku harus belajar terlebih dahulu.

Tetapi perlahan aku mulai menikmatinya rasanya aku seperti melihat mutiara di lautan dan melihat bintang di langit di waktu yang sama.

Tugasku adalah mengarakahkan mereka kejalan yang tepat.

Aku juga mengerti setiap orang punya perannya masing-masing.

Jika ini memang peranku maka aku akan memerankannya dengan sebaik mungkin.

Iya! Meskipun banyak persoalan yang muncul saat aku menjadi Guru, mudah-mudahan ini semua tidak menghalangi semangatku untuk terus mendidik.

Ah! Mungkin kalian sudah tau seperti apa kondisi guru muda yang masih honor.

Aku selalu berdoa dan berharap semoga ini tak menjadi penghalang bagiku untuk terus mendidik generasi penerus bangsa.

-------------------------------oOo-----------------------------

Cerita yang belum selesai

Cerita yang belum selesai



“Cerita ini belum selesai. Kau harus melakukan yang terbaik di sisa-sisa waktumu”

Ceritaku masih belum selesai,. Masih ada lembaran-lembaran kosong berikutnya yang harus ku isi. Karena itu aku tidak boleh berhenti begitu saja.

Seolah kehabisan waktu, aku memang tidak punya banyak kesempatan lagi karena itu aku harus memanfaatkan kesempatan yang ada dengan sebaik mungkin.

Rasanya memang melelahkan

Dan itu juga gak mudah

Biar bagaimana pun aku harus menyelesaikan cerita ini. Iya! Aku harus menyelesaikan cerita ini dengan sebaik mungkin, jangan sampai cerita ini berakhir dengan buruk.

Mungkin kemarin aku memang gagal menyelesaikan ceritaku dengan baik, ada juga beberapa cerita buruk di masa lalu yang gagal ku selesaikan dengan baik.

Artinya kemarin aku pernah gagal

Namun bukan berarti aku gagal seutuhnya. Aku masih punya kesempatan untuk memperbaikinya.

Cerita ini belum selesai masih ada lembaran episode yang harus ku tuntaskan dengan sebaik mungkin.

Harus ku akui kegagalan ku kemarin karena murni kesahalan ku, kelalaianku dan kebodohanku.

Aku masih kurang belajar serta banyak masalah kecil yang ku abaikan dan masalah besar yang ku hindari.

Kalau begini terus bagaimana aku bisa berkembang.

Aku harus belajar dan harus berani menghadapi semua masalah yang muncul.

Masih ada cerita yang harus ku selesaikan.

Masih ada lembaran-lembaran kosong yang harus ku isi. Dan ini bukan tentang apa isinya tapi tentang bagaimana caraku mengisinya.

Aku yakin jika aku mengisisnya dengan baik mudah-mudahan isinya juga pasti baik.

Karena itu di episide berikutnya aku harus mengisi lembaran yang kosong ini dengan cara yang baik agar membuahkan hasil yang baik.

Aku tak perlu risau dengan penilaian orang lain, karena ceritaku terlalu sempit jika hanya berkaca dari sudut pandang orang lain.

Belajar dari orang lain itu memenag perlu tapi aku tetap harus memilah dan milih. Ada banyak sudut pandang yang bisa ku gunakan unuk mengisi lembaran kosong ini. Sekarang tinggal bagaiaman caraku menyelesaikannya.

Iya! Cerita ini belum selesai, mari melangkah dan selesaikan dengan sebaik mungkin.

BIssmillah…
-------------------------------oOo-----------------------------

Sekarang ini

Sekarang ini




Sekarang aku sudah 25 tahun, sudah bekerja dan seharusnya aku sudah punya tabungan, tapi nyatanya ah! Sudahlah.

Aku sempet berkecil hati karena sampai tulisan ini ku buat aku tak punya banyak tabungan. Namun akhinya aku sadar tabungan itu gak melulu soal uang, gak melulu soal harta.

Aku harus bertanya pada diriku sendiri “apakah aku punya tabungan amal?”

Aku sadar sampai sejauh ini tabungan amalku tidak banyak, lalu bagai mana aku bisa menghadapi tantangan hidup di masa depan jika aku tak memiliki tabungan amal? Apakah dengan kondisi seperti ini aku sudah siap?

“tentu saja belum!”

Ada banyak yang harus ku persiapkan, mulai dari diriku sendiri sampai hal-hal kecil yang kadang-kadang ku abaikan.

Rasanya sedih jika aku melihat diriku dalam-dalam.

Mengapa?
Karena sampai sejauh ini aku tidak menjadi siapa-siapa dan tidak menjadi apa-apa

Aku harus benar-benar menyadari sekarang udah gak sama seperti dulu, aku bukan lagi anak kecil yang bisanya merengek saat menghadapi kesulitan. Aku harus siap dengan semua yang terjadi nantinya, aku harus siap menghadapi kesulitan kesulitan yang hadir dan aku juga harus kuat.

Sekarang aku harus bergegsa memperbaiki hidupku memperbaiki semua kesalahan-kesalahan yang pernah ku lakukan dan menyegerakan yang harus di dahulukan.

Semua kesalahan yang pernah ku lakukan sebisa mungkin untuk tidak ku ulangi.

Aku memang punya banyak kesalahan akan tetapi bukan gak mungkin untukku memperbaikinya. Di sisa waktuku yang sekarang ini aku harus bergegas karena tak banyak waktuku yang tersisa.

Waktuku semakin berkurang itu artinya kesempatanku juga semakin berkurang.

Sekarang ini aku harus berbegas, mengumpulkan serpihan-serpihan kebaikan dan menabung amal-amal sholeh untuk masa depanku nantinya.

Ah! Aku hampir lupa.

Sekarang ini Aku juga harus meluangkan waktuku untuk memperjuangkan mimpiku-mimpi kecilku.

Namun, jika pada akhirnya nanti mimpi-mimpi kecil itu tidak menjadi kenyataan, Yaaa biarkan saja .

Yang penting aku tak pernah berhenti untuk menabung.

KArena bagiku memperjuangkan mimpi-mimpi kecilku itu seperti menabung kebaikan-kebaikan untuk diriku sendiri.

Aku mungkin tidak dapat apa yang ku inginkan. Tapi aku tau, Allah bersamaku dan Allah lebih tau apa yang terbaik untukku.

Memang benar aku tidak mendapat apa yang ku inginkan akan tetapi selama aku mau berusaha dengan sebaik mungkin aku pasti akan mendapatkan apa yang ku butuhkan.

Dan jika itu memang yang terbaik untukku apa pun yang terjadi terjadilah.

Sekarang ini saatnya menabung untuk masa depan.

Iya

Selamat menabung

-------------------------------oOo-----------------------------



Ah! Sudahlah

Ah! Sudahlah




Yang sudah berlalu
Relakanlah
Syukuri yang ada
Tetap semangat
Dan perbanyak amal ibadah

Aku sih pengennya kayak gitu, aku gak pernah pengen kayak gini. Tetapi semua udah terjadi dan inilah yang ku dapatkan. Ah! aku harus gimana lagi coba?

Aku baru aja mengalami gejolak batin yang gak biasanya, rasanya meledak-ledak, aku jadi pengen melakukan banyak hal dan sepertinya aku bisa melakukan semua itu.

Ah! Tapi itu cuma "sepertinya” aja. Kenyataannya gak kayak gitu.

Memang iya, aku selalu ingin On Fire. Tapi, Ah! Sudahlah. Semua udah berlalu dan hasilnya yaaa gitu.

Di usiaku yang udah seperempat abad ini aku ingin melakukan sesuatu yang bermanfaat, sesuatu yang bisa ku kenang di masa tua nanti. Rasanya aku gak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini. Mumpung masih muda dan menggebu-gebu serta semangat yang lagi panas-panasnya.

Sangat di sayangkan kalo masa muda ini berlalu gitu aja. Kayak angin yang lewat-lewat gitu. Jadi mumpung masih muda aku harus menggali semua potensiku.

“Ah! Aku gak mau menyesal loh!”

Tapi, masalahnya, aku kurang pandai mengolah potensiku. Aku masih belum pandai mengelola diriku sendiri. Dan hasilnya, Ah! Sudahlah. Kalian juga bisa menebak apa hasilnya bukan?

Kalo di bilang bisa sih, bisa aja. Tapi yaa gitu, masih belum maksimal.

“Mumpung masih muda aku ingin memperbaiki semuanya” Ya. Dari kemarin-kemarin aku juga bilang kayak gitu, tapi ya tetap aja gak banyak berubah. Berubah sih iya, tapi dikit-dikit. Dikit baiknya dikit juga buruknya. Ya pokonya gitu lah.

Intinya mumpung masih muda mumpung masih punya kesempatan waktu ya harus di manfaatkan.
Yang lalu biarlah berlalu. Jadikan pelajaran saja. Siapa tau besok-besok keluar pas ujian.

Iya keluar pas ujian

Ujian hidup maksunya.

Mangknya jangan berhenti belajar dan mengambil pelajaran. Karena kita gak pernah tau ujian apa yang akan keluar besok.

Bisa jadi ujian yang keluar besok adalah pelajaran yang kita tertawakan kemarin.

Apa pun yang terjadi, ya sudahlah! Syukuri aja, ambil hikmahnya dan yang paling penting harus Tetap semangat dan perbanyak amal ibadah. Nice

Alhamdulillah....
-------------------------------oOo-----------------------------







Jangan mengeluh

Jangan mengeluh




Hidup harus tetap berjalan
Meskipun katanya gak enak
Jangan banyak mengeluh
Itu gak bagus
Nanti kamu menyesal
Lebih baik istigfar


Iya sih, kadang-kadang aku memang banyak ngeluhnya.

Meskipun katanya mengeluh itu gak baik. Tapi masih aja aku suka mengeluh apa lagi saat kenyataan gak sesuai harapan. Ah! Rasanya itu loh.

Akhirnya aku berpikir, untuk apa coba aku mengeluh? Masih banyak nikmat Alllah yang harus ku syukuri. Dan untuk apa juga aku mengeluh kalo aku sendiri gak pande bersyukur.

Kok rasanya jadi sedih ya? Disaat anak muda seumuranku lagi sibuk-sibuknya menata diri aku malah sibuk mengeluh dengan semua keresahanku.

Dengan semua yang ada dan semua yang kumiliki haruskah aku mengeluh?
Tidak!
Semua itu hanya percuma. “Ya Allah ampuni aku”

-------------------------------oOo-----------------------------


Aku butuh waktu

Aku butuh waktu




Menjadi luar biasa itu perlu waktu
“iya perlu waktu”
Karena pohon yang kokoh pun perlu waktu untuk tumbuh besar
Dan ulat juga perlu waktu untuk menjadi kupu-kupu yang indah

Aku perlu waktu untuk memperbaiki semuanya, mulai dari memperbaiki hatiku sampai memperbaiki hidupku yang banyak gak beresnya.

Rasanya agak berat kalo aku melakukannya sendirian. Tapi mau gimana lagi coba. Kalo gak sekarang mau kapan lagi?

Aku memang butuh waktu untuk mememperbaiki semuanya. Akan tetapi aku harus menyadari bahwa semakin lama waktuku juga semakin berkurang. Itu artinya kesempatanku juga semakin sedikit.

Di sisa waktuku yang gak banyak tapi gak sedikit juga aku harus bener-bener memanfaatkan waktuku dengan sebaik mungkin. Iya sebaik mungkin dan sebaik mungkin.

Jangan sampe aku menyesal lalu bilang “seandainya” ah! Rasanya pasti gak enak.

-------------------------------oOo-----------------------------


Pilihan hidup

Pilihan hidup




Katanya hidup itu pilihan, dan aku berhak memilih apa pun yang ku inginkan.

Tapi kenyataannya tidak begitu

Aku tetap tidak bebas memilih meskipun aku sangat menginginkannya. Karena sejatinya aku harus memilih yang baik dan yang benar.

Memilih yang terbaik dari yang baik itu tidaklah mudah, karena dari semua yang baik itu aku harus memilih yang benar. Yang benar-benar bermanfaat untukku dan benar secara hukum dan syariat.

Di usiaku yang sudah seperempat abad ini, mau gak mau aku harus benar menentukan pilihan hidupku.

Mau jadi apa aku nanti?

Dengan kondisiku yang sekarang ini sudah pasti aku gak punya banyak pilihan, akan tetapi aku masih tetap punya pilihan meskipun sedikit. Karena itu jika sampai nanti aku tidak menentukan pilihan hidupku, maka pada akhirnya aku akan menyesal.

Sebenernya di tahun-tahun sebelumnya aku juga sudah pernah menetukan pilihan hidupku, tapi yang namanya anak muda aku gak selalu tetap pendirian. Ada kalanya aku menganggap bahwa pilihan ku itu tidak tepat sehingga aku mengganti dengan pilihan yang lain.

Tapi sayangnya aku merasa pilihan yang lain itu juga tidak tepat untukku, sehingga aku mencari pilihan lain. Sampai pada akhirnya aku tidak memilih apa puin dan akhirnya aku tidak mendapatkan apa pun.

Nah, kali ini aku harus bener-bener serius menentukan pilihan hidupku, karena waktuku juga sudah tidak banyak. Disadari atau tidak semakin lama waktuku semakin berkurang itu artinya pilihanku juga semakin berkurang.

Jangan sampai nanti aku menyesal karena aku tidak memilih apa pun.

-------------------------------oOo-----------------------------


 Hari ini

Hari ini




Aku selalu ingin melakukan yang terbik, tapi nyatanya aku tidak selalu melakukan yang terbaik dalam hidupku. Ada banyak hal kecil yang ku abaikan dan hal-hal besar yang tidak ku selesaikan.

Semua berjalan begitu saja dan berlalu begitu cepat.
Aku di Titik ini

Aku di Titik ini




Hari ini usiaku sudah genap seperempat tahun.


Tapi sayangnya sampai saat ini tidak banyak yang sudah ku lakukan. Aku belum sampai di titik puncak dan masih banyak hal-hal kecil yang harus ku perbaiki dan banyak yang harus ku tingkatkan.

Secara pribadi aku mengatakan bahwa aku butuh perbaikan, layaknya sebuah mesin aku harus melakukan servis terhadap dan layaknya sebuah sistem aku harus melakukan update bahkan aku juga harus melakukan upgrade.

Banyak yang harus ku perbaiki dan banyak yang harus ku tingkatkan.

Aku masih banyak malesnya dan masih sering menunda waktu. Kelihatannya sederhana tapi hal-hal kecil ini lah yang tanpa ku sadari telah menghambatku untuk maju.

Di titik ini aku akan memperbaikinya, aku akan memperbaiki diriku dan meninggalkan semua kebiasaan burukku.

Aku tau aku tidak akan langsung bisa, ada tahapan yang harus ku lalui dan ada kalanya aku jatuh dan terluka karena itu aku harus kuat.

Aku harus menjadi lebih kuat agar aku bisa menahan rasa sakitnya terjatuh. Karena aku tau jatuh itu rasanya sakit, kalau aku tidak kuat aku tidak akan bisa berdiri lagi.

Di titik ini dan di usiaku yang sudah seperempat abad ini, aku harus bener-bener melakukan yang terbaik untukku, untuk hidupku dan untuk orang-orang yang ku cintai.

Kalo ada yang bilang aku pasti gagal.

Iya, aku mungkin akan gagal.

Akan tetapi berapa kali pun aku gagal aku akan menyerah dan berputus asa.

Aku pasti akan terluka

Iya aku pasti akan terluka

Akan tetapi sesakit apa pun luka itu aku akan berdiri dan terus melangkah.

Sudah terlalu banyak waktuku yang terbuang percuma dan aku harus memperbaiki semuanya.

 ***
Ya Allah berikanlah aku kekuatan untuk beramal sholeh dan kekuatan untuk meninggalkan kemaksiatan serta berikanlah aku kekuatan untuk memperjuangkan mimpi-mimpi ku. dan masukkanlah aku kedalam golongan orang-orang yang bertakwa.

-------------------------------oOo-----------------------------

Di Titik ini

Di Titik ini






Di titik ini aku bener-bener lelah.

Iya aku bener-bener lelah.

Setelah semua yang terjadi sepertunya aku bener-bener kalah dengan diriku sendiri. Buktinya aku masih saja malas dan banyak menunda seolah-olah aku hidup selamanya padahal aku sendiri tidak pernah tau sampai sejauh mana umurku nanti

Astagfirullah...

Aku harus berhenti

Aku harus bener-bener berhanti dan istirahat sejenak.

Tubuhku ini rasanya benar-bener lelah, padahal aku tidak banyak bergerak. Tapi kenapa? Kenapa aku merasa lelah?

Ah! Aku ingin tau mengapa aku merasa lelah padahal aku tak banyak bergerak

Iya! Jawabannya sederhana, hatiku tidak tenang dan pikiranku juga tidak tenang. Aku merasa kacau dan bener-bener merasa sangat kacau.

Sekali lagi, aku bener-bener merasa lelah letih dan resah

Jika memang pikiranku yang kacau solusinya hanya satu.

Aku harus kembali kejalan yang benar.

Iya! Aku harus kembali kejalan yang benar.

Mungkin selama ini aku lebih sering berada di jalan yang salah, meskipun gak selalu.

Kadang-kadang aku jalan di jalan yang bener- kadang-kadang aku berjalan di jalan yang salah.

Tapi biar bagaimanapun jalan yang salah tetap saja salah. Meskipun cuma selangkah aku tetap saja salah, gak da toleransi atas kesalah yang ku lakukan.

Astagfirullah...
Solusinya hanya satu.

Kembali kejalan yang benar.

Harus ku akui, aku bener-bener kalah pada diriku sendiri. Aku kalah pada hatiku, kalah pada keinginananku dan kalah pada ambisiku. Padahal aku yang harus mengendalikan semua itu. Bukan malah mengikutinya sampai akhirnya melahirkan kebiasaan-kebiasaan buruk.

Akhirnya kan begini.

Aku jalan di jalan yang salah dan hati ku pun tidak tenang hingga akhirnya aku merasa lelah.

Ah! Aku bener-bener kalah pada diriku sendiri.

Tenang! Sampai di titik ini aku tidak boleh menyerah pada diriku sendiri dan membiarkan diriku di kuasai oleh kebiasaan-kebiasaan buruk ini.

Aku harus semangat! Harus kuat! Dan harus bisa mengendalikan diriku sendiri. Mengendalikan akal sehatku, hatiku, keinginanku dan ambisiku.

Perjalanku masih panjang

Meskipun aku juga tidak tau sepanjang mana perjalanku

Tapi yang pasti masih ada perjalanan yang harus ku tempuh masih ada cerita yang harus ku selesaikan. Dan aku tak akan membiarkan diriku di kuasai oleh kebiasan-kebiasaan buruk itu lagi. Agar kelak aku beruntung dan tidak menyesali perbuatanku.

Karena itu aku harus kuat.

Iya aku harus kuat.

Aku tak boleh banyak mengeluh dan gak boleh banyak menunda lagi

Masih ada titik berikutnya

Masih ada tempat berhenti berikutnya

Maka dari itu aku harus punya bekal untuk menuju ttik berikutnya.

Jangan sampai aku tak membawa bekal apa pun di titik berikutnya.

Bissmillah...

 ***