Dunia ini terlalu sempit untuk menampung semua keluhan. Lebih baik bersyukur dan mempersembahkan yang terbaik.

Dunia ini terlalu sempit untuk menampung semua keluhan. Lebih baik bersyukur dan mempersembahkan yang terbaik.



Aku mengambil pena dan melanjutkan pekerjaanku “Lima soal lagi”. Belakangan ini aku menyibukkan diri dengan membahas soal matematika SMA. Sambil membahas soal aku menyalakan music favoritku. Pelan-pelan aku membahas soal yang udah kusiapkan, baru lima menit aku merasa kewalahan “Kok gini, aku yang salah apa soalnya yang salah? Kok dari tadi gak dapet jawabannya”.

Yusri dan ceritanya di masa SMA. Ada cerita yang belum selesai.

Yusri dan ceritanya di masa SMA. Ada cerita yang belum selesai.



Jam 06.00 pagi aku udah keluar rumah, lalu  jalan kaki menuju simpang dan menunggu angkot untuk pergi kesekolah. Kalo gak mau ketinggalan angkot dan gak mau duduk di bangku tempel aku harus datang lebih cepat. Bersama beberapa temanku kami udah berdiri di  simpang. Sambil menunggu angkot kami bercerita sambil sesekali bercanda. Begitu angkot datang kami berebut untuk masuk duluan, seperti yang ku bilang tadi yang paling belakangan biasanya duduk di bangku tempel. 

Cerpen malam itu mengubah semuanya.

Cerpen malam itu mengubah semuanya.




Jam sebelas malam, mataku masih enggan terpejam dan jariku masih lincah bergerak menekan keyboard laptopku. Malam ini aku merevisi postingan blogku, beberapa postingan ku edit dan beberapa yang lainnya ku hapus. Sesekali aku diam memperhatikan tulisanku yang masih berantakan. Bingung ngeditnya, karena bahasanya masih kacau balau, tapi justru disinilah aku belajar untuk memperbaiki tulisanku.
Blog sederhanaku dan postingan yang ku perbaiki.

Blog sederhanaku dan postingan yang ku perbaiki.



Beberapa posingan di blog ini ku edit, mulai dari judul sampai isinya. Bahkan beberapa postingan di blog ini ku hapus, seperti postingan dalam label “Kata Mutiara”, “Susu Coklat” ,“Get Up” dan “Gelas Kosong”. Ku sisakan postingan dengan Label “Catatan Kecil Yusri”

Karena hidup harus terus berjalan. Untuk hal-hal kecil, cobalah untuk menyelesaikannya sendiri

Karena hidup harus terus berjalan. Untuk hal-hal kecil, cobalah untuk menyelesaikannya sendiri



Biar bagaimanapun hidup ini harus terus berjalan, meskipun masalah datang silih berganti. Karena itu berhentilah mengeluh dan menunda, karena mengeluh gak akan menyelesaikan segalanya dan menunda hanya akan menambah masalah besar. Kadang-kadang justru masalah besar itu datang dari sikap kita yang kurang respect dalam menyikapi hidup, mangkanya mulai sekarang kita harus lebih respect dalam menyikapi hidup, biar gak terus-terusan di rundung masalah dan biar gak terus-terusan galau.
Tentang esok.

Tentang esok.



Mungkin bukan hanya aku, yang pernah mengeluh karena banyaknya masala yang hadir. Bukan hanya aku juga yang pernah menyerah dan berharap semua datang dengan lebi sempurna. Tapi aku juga harus tau, hidup ini gak hanya sekedar bicara enak dan makan enak serta tidur enak. Ada harga yang harus di bayar tunai dan ada masa depan yang harus di perjuangkan.

Matematika itu

Matematika itu



Beberapa orang teman terkejut saat mengetahui aku jadi guru matematika. Bahkan sepupuku sendiri aja ada yang mengira aku adalah guru agama islam. Mengapa bisa demikian? Aku kuliah di UIN SU (Dulunya IAIN SU) orang awam selalu beranggapan bahwa lulusan IAIN SU (Sekang UIN SU) pasti jadi Ustadz karena itulah bberapa orang menganggap aku pasti guru Agama Islam. Bahkan orang medan sendiri pun beranggapan demikian.